Wednesday, 25 May 2016

10 Buah Aneh Di Dunia

Berbahagialah kamu yang tinggal di Indonesia dan terbiasa dengan buah-buah negara tropis. Karena buah tropis dianggap sebagai buah paling segar dan menyenangkan di dunia.
Namun rupanya ada buah-buah yang terasa biasa di Indonesia, dianggap aneh di dunia. Seperti apa? Sebut saja buah durian, rambutan, dan salak yang dianggap sebagai buah-buah teraneh di dunia!
Hmm, kira-kira apa yang membuat buah-buah itu dianggap aneh ya? Intip penjelasannya yuk!
1. Tangan Buddha
tangan buddha
Buah tangan Buddha bisa didefinisikan sebagai ‘keluarga’ dari jeruk. Namun yang aneh bentuknya seperti sekumpulan tangan kuning. Umumnya orang tidak memakan buah ini, namun hanya dipakai sebagai parfum di kamar lantaran mengeluarkan aroma jeruk yang kuat. Sementara bagian ‘jarinya’ kadang dipakai untuk campuran amsakan ikan dan salad.
2. Screw Pine
screw pine
Buah Screw Pine juga disebut dengan nama Pandanus. Buah ini memiliki pohon yang seperti palem dan merupakan buah yang bisa hidup di negara tropis dan subtropis. Banyak spesies buah ini berasal dari Maladewa. Bagaimana rasanya? Meski bentuknya menjijikkan, namun manis asam dan menyegarkan!
3. Akebia Quinata
akebia wuinata
Akebia quinata adalah buah khas dari kawasan Jepang, China dan Korea. Buah akebia berbentuk panjang seperti sosis dengan daging buah seperti agar-agar lembut yang penuh biji dengan rasa manis meski kulitnya pahit. Namun malangnya tanaman buah ini dilarang di Selandia Baru karena dianggap hama.
4. Kiwano
kiwano
Kiwano adalah buah melon/mentimun aneh yang berasal dari Selandia Baru. Buah Kiwano di bagian luar tampak berduri dan bagian dalamnya lebih aneh dengan berwarna hijau berair yang membuat beberapa orang jijik.
5. Durian
durian
Durian adalah salah satu buah populer di Indonesia dan disebut sebagai Raja Buah. Banyak orang di luar negeri menganggap durian sebagai buah berbau busuk meski dari kejauhan beberapa meter. Namun tanyakan rasa durian pada orang-orang Indonesia. Dengan tegas mereka akan terpesona dengan daging lembut dan rasa manisnya si durian. Apa kamu suka?
6. Buah Naga
buah naga
Buah Naga juga dikenal sebagai Pitaya. Buah ini memiliki bentuk yang begitu artistik berwana merah dengan ujung-ujung hijau yang mirip dengan kulit naga. Awalnya Pitaya berasal dari Meksiko, namun kini sangat populer di belahan timur dunia dan berkembang lebar di Indonesia sampai seluruh Asia Tenggara. Bagaimana rasanya? Segar.
7. Markisa
markisa
Orang Indonesia mengenalnya dengan nama Markisa. Buah ini awalnya berasal dari Amerika Selatan dan bagian kulitnya mengandung banyak glikosida sianogen, yang berarti mengandung sedikit sekali racun. Namun entah bagaimanapun bentuknya, pecinta markisa begitu banyak terutama di negara tropis.
8. Rambutan
rambutan
Orang-orang Barat menganggap buah rambutan asli Indonesia ini sebagai buah dengan bentuk menjijikkan karena bulat dengan bagian luar dengan bulu-bulu panjang menggelikan. Namun eits jangan salah, rambutan memiliki rasa manis dan segar yang membuat siapapun jatuh hati!
9. Atemoya
atemoya
Buah atemoya adalah gabungan dari dua buah yakni apel manis (Annona squamosa) dan cherimoya yang keduanya merupakan buah tropis asal Amerika. Atemoya sangat etrkenal di Taiwan yang disebut dengan nanas apel manis. Atemoya memiliki kulit bergelombang namun lembut dan manis di dalamnya.
10. Salak
salak
Buah ini dijauhi karena memiliki kulit yang tajam ketika dikupas. Sehingga banyak orang membenci salak. Namun tidak bagi penghuni kawasan tropis terutama penduduk Indonesia. Salak menjadi buah favorit karena meski bagian luarnya ‘jahat’, mereka memiliki daging yang tegas namun lembut dan manis yang membuat kenyang.

Sumber : http://klikseru.com/

15 Buah Jarang Dijumpai Dipasaran

Indonesia punya begitu banyak kekayaan alam. Tak hanya landscape-nya yang begitu indah, tapi juga produksi buah-buahan lokal yang khas dan bernutrisi tinggi. Nah banyak dari buah-buah tersebut yang tak kita ketahui, atau tak pernah kita makan.
Apakah Anda tahu buah-buahan asli tersebut? Berikut beberapa di antaranya.

1. Bisbul (diospyros blancoi)

Bisbul adalah nama sejenis buah beserta pohonnya. Tumbuhan ini berkerabat dekat dengan kesemek dan kayu hitam.

Nama-nama lainnya adalah buah mentega (bahasa Melayu, merujuk pada daging buahnya ketika masak), kamagong, tabang atau mabolo (Tagalog, merujuk pada kulit buahnya yang berbulu halus), marit (Thailand), dan velvet apple (Inggris).
Buah bisbol berbentuk bulat, agak pipih. Kulit buah berwarna merah muda, atau jingga kekuning-kuningan dengan bulu halus berwarna kemerahan. Berbau seperti mentega. Biji berwarna coklat.

2. Menteng (Baccaurea racemosa)
Rasanya asam-asam manis. Daging buahnya sangat sedikit karena bijinya besar.

Buah ini banyak terdapat di Bogor dan sekitarnya. Di Jawa Tengah, menteng disebut dengan mundung. Menteng, kepundung, atau kemundung adalah pohon penghasil buah dengan nama sama yang dapat dimakan. Sekilas buah menteng mirip dengan buah duku namun tajuk pohonnya berbeda. Rasa buahnya biasanya masam (kecut) meskipun ada pula yang manis.
Menteng dulu biasa ditanam di pekarangan namun sekarang sudah sulit ditemui akibat desakan penduduk dan penanaman tanaman buah lain yang lebih disukai. Tumbuhan ini asli dari Pulau Jawa. Di sekitar Jakarta dan Bogor kadang-kadang masih ditemukan penjual buah menteng.

3. Kemang (Mangifera caesia)
Buah kemang sejenis mangga, apabila telah matang berwarna kuning kecoklat-coklatan. Buah ini mengeluarkan aroma seperti terpentin.

Daging buah berwarna kuning, mengandung banyak cairan dengan rasa asam manis. Buah yang masak dapat dimakan segar, sedang buah yang hampir masak biasanya dimakan untuk campuran rujak. Daunnya yang masih muda dapat digunakan untuk lalap. Kemang menyebar secara alami di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya; dan banyak dibudidayakan di Jawa bagian barat, terutama dekat Bogor. Tumbuhan ini terutama menyebar di dataran rendah di bawah 400 m, jarang hingga 800 m dpl. Jenis ini tahan terhadap penggenangan, dan seringkali didapati dekat tepi sungai.
Di sebagian wilayah sumatera selatan ada mitos yg meyebutkan jika setumpuk buah durian digabungkan dengan 1 buah kemang dalam 1 malam seluruh buah durian akan merekah terbuka matang, juga mitos orang akan langsung mokad apabila kepalanya tertimpa buah ini.

4. Gandaria (Bouea macrophylla Griffith)
Adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia.

Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatera dan Thailand. Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria. Buah gandaria yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis dan dapat dimakan langsung. Daunnya digunakan sebagai lalap. Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan.

5. Kecapi (Sandoricum koetjape)
Kecapi, sentul atau ketuat adalah nama sejenis buah dan juga pohon penghasilnya Kecapi diperkirakan berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya.

Berabad-abad yang silam, tumbuhan ini dibawa dan dimasukkan ke India, Indonesia (Borneo, Maluku), Mauritius, dan Filipina, di mana tanaman buah ini kemudian menjadi populer, ditanam secara luas dan mengalami naturalisasi.
Pohon ini ditanam terutama karena diharapkan buahnya, yang berasa manis atau agak masam. Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu, dijadikan manisan atau marmalade. Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan konstruksi rumah, bahan perkakas atau kerajinan, mudah dikerjakan dan mudah dipoles. Berbagai bagian pohon kecapi memiliki khasiat obat. Rebusan daunnya digunakan sebagai penurun demam. Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare; serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan. Kecapi ada dua macam, yakni dengan daun tua sebelum gugur berwarna kuning dan yang berwarna merah. Dahulu, kedua varietas ini dianggap sebagai spesies yang berbeda.

6. Burahol/Kepel (Stechocarpus burahol)
Adalah flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel dikenal sebagai buah meja (santapan wajib) kegemaran puteri kraton di Jawa karena menyebabkan keringat beraroma wangi.

Bentuk buah burahol bulat lonjong atau kebulatan, bagian pangkal agak meruncing. Warnanya coklat keabu-abuan, kalau sudah tua berubah menjadi coklat tua. Daging buah agak kekuningan sampai kecoklatan, rasa manis, membungkus biji yang berukuran cukup besar. Buah masak dimakan segar, dan setelah makan buah ini pengeluaran air seni menjadi lancar. Selain itu, bau keringat menjadi wangi, bau napas menjadi harum.

7. Jambu Mawar (Eugenia jambos)
Jambu mawar alias jambu kraton adalah anggota suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara, Dinamai demikian karena buah jambu ini memiliki aroma wangi yang keras seperti mawar.

Buah berbentuk hampir bulat, agak lonjong atau melebar pada dasarnya. Garis tengahnya 4 – 5 cm. Bila sudah masak warnanya kuning pucat atau kehijau-hijauan, dengan kulit licin dan agak keras.
Warna bijinya coklat. Buah yang sudah masak bisa dimakan segar atau dimasak dulu dicampur dengan buah lainnya serta gula untuk dibuat selai atau jeli.

8. Lobi-lobi (Flacourtia inermis)
Buah lobi-lobi berukuran kecil, bentuknya agak bundar.

Yang sudah masak warnanya merah tua, rasanya asam atau manis, kadang-kadang kelat dengan biji banyak. Buah yang sudah masak digunakan untuk bahan pembuat rujak, sirup, sele, buah kalengan, asinan dan manisan.

9. Rukem (Flacourtia rukem)
Buah berbentuk bulat, daging buahnya tebal dan mengandung cairan.

Buah yang masak berwarna merah kehitaman. Rasanya asam-asam manis,dan berbiji banyak. Dapat dimakan dalam keadaan segar, dan dapat pula dibuat rujak. Bisa juga dibuat manisan dan asinan. Buah yang masih muda dapat digunkan sebagai obat, dan daun mudanya bisa untuk lalap.

10. Sawo Durian (Chrysophyllum cainito)
Buah sawo durian hijau yang telah tua kulitnya hijau keputihan dan jika masih muda warnanya hijau muda. Sedang daging buahnya lunak dan berwarna putih susu bila telah masak.

Sawo durian merah mula-mula berwarna hijau, lalu berubah kemerahan dan lantas menjadi keunguan di saat mencapai kematangannya. Daging buah berwarna putih susu seperti sawo durian hijau. Hanya saja di bagian tepinya, bila dibelah, akan tampak warna keunguan.

11. Sawo Kecik (Manilkara kauki)

Buah berbentuk bulat telur berukuran kecil. Buah yang masak enak dimakan, rasanya manis, kadang-kadang sedikit sepet. Kulitnya sangat tipis, dan mudah mengelupas. Buahnya selain dapat dimakan, kayunya yang keras dan kuat sangat baik untuk dibuat patung, perabot rumah tangga, alat-alat pertukangan, tiang penyangga rumah, dan sebagainya.

12. Terap (Artocarpus odoratissimus)

Pohon ini terutama ditanam karena buahnya, yang dimakan dalam keadaan segar atau diolah sebagai kue-kue. Buah terap harus segera dimakan dalam beberapa jam setelah dibuka, karena baunya yang harum cepat berkurang dan warnanya dapat berubah karena teroksidasi. Biji terap juga dapat dimakan setelah dipanggang atau direbus dengan garam.
Terap dapat tumbuh sejak daerah dekat pantai hingga ketinggian sekitar 1000 m dpl. Pohon ini menyenangi tanah liat berpasir dan wilayah dengan curah hujan cukup tinggi dan merata. Buah biasa didapati di awal musim hujan, antara Agustus hingga Januari bergantung pada lokasinya.

13. Jamblang (Syzygium cumini)
Buah jamblang biasa dimakan segar. Di India dan Filipina, seperti juga kebiasaan di beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang yang masak dicampur dengan sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, lalu dikocok di dalam wadah tertutup (biasanya dua mangkuk ditangkupkan) sehingga lunak dan berkurang sepatnya.

Buah yang kaya vitamin A dan C ini juga dapat dijadikan sari buah, jeli atau anggur. Di Filipina, anggur jamblang diusahakan secara komersial. Pohon jamblang juga sering ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan dan perkebunan (misalnya untuk meneduhi tanaman kopi), atau sebagai penahan angin (wind break). Bunga-bunganya baik sebagai pakan lebah madu.

14. Buni (Antidesma bunius)
adalah pohon penghasil buah yang dapat dimakan. Buah buni kecil-kecil berwarna merah, dan tersusun dalam satu tangkai panjang, menyerupai rantai . Buni termasuk tumbuhan yang sudah jarang dijumpai di pekarangan.

Buahnya dapat dimakan sebagai buah meja, dibuat selai, atau difermentasi menjadi minuman alkohol di Filipina dan Jawa.
Nama-nama lainnya: Boni, huni (Sunda), wuni (Jawa)….

15. Ciremai (Phyllanthus acidus)


Ceremai tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang, Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berselingwarna hijau muda, bentuk bulat telur, panjang 2 – 7 cm, lebar 1,5 – 2 cm, helaian daun tipis tegar, ujung runcing, pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), tidak memiliki daun penumpu, permukaan halus, tidak pernah meluruh. Bunga majemuk, bentuk tandan (racemus), muncul di sepanjang batang dan cabang, kelopak berbentuk bintang (stellatus), mahkota berwarna merah muda. Buah batu (drupa), bulat, panjang 1,2 – 1,5 cm, warna kuning muda, bentuk biji bulat pipih, berbiji 4 – 6, berwarna cokelat muda, rasanya asam.

Sumber : http://www.misterianeh.com/